BERGABUNGLAH BERSAMA 38416 ORANG ANGGOTA OK OCE

OK OCE 4.0 adalah sebuah gerakan ekonomi kerakyatan berbasis teknologi informasi untuk menciptakan lapangan kerja baru berbasis kewirausahaan di Indonesia dengan konsep ekonomi berbagi (sharing economy) yang di jalankan dengan ekosistem yang melibatkan empat unsur dan pada akhirnya akan memberikan manfaat ekonomi sekaligus manfaat sosial dan budaya untuk masyarakat Indonesia.

OK OCE di nahkodai oleh Faransyah Agung Jaya atau lebih dikenal dengan Coach Faran sebagai Ketua Umum Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) sebagai badan hukum yang menaungi OK OCE.

Ekosistem Gerakan Kewirausahaan OK OCE melibatkan empat unsur yaitu masyarakat, komunitas, swasta, dan pemerintah yang di ramu untuk meluncurkan program program OK OCE yang variatif disesuaikan dengan jenis usaha dan segmen pasar.

Masyarakat dapat bergabung menjadi anggota OK OCE dan memiliki kesempatan kerja menjadi seorang pewirausaha dan pada saat usahanya berkembang akan mempekerjakan karyawan dan otomatis menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru.

Para pewirausaha OK OCE akan mendapatkan tujuh manfaat yaitu menjadi bagian dari komunitas wirausaha terbesar di Indonesia, pelatihan wirausaha, pendampingan usaha, bantuan perijinan, akses jejaring pemasaran, analisa laporan keuangan, dan akses permodalan sesuai kebutuhan.

Yuk gabung bersama Gerakan OK OCE dengan tiga cara mudah yaitu membuat akun di https://okoce.me , masuk kedalam kelompok kelurahan, dan jalani proses 7 PAS selama tiga bulan difasilifasi oleh para pendamping, coach, trainer, dan mentor wirausaha OK OCE.

BERGABUNGLAH BERSAMA 38416 ORANG ANGGOTA  OK OCE

OK OCE 4.0 adalah sebuah gerakan ekonomi kerakyatan berbasis teknologi informasi untuk menciptakan lapangan kerja baru berbasis kewirausahaan di Indonesia dengan konsep ekonomi berbagi (sharing economy) yang di jalankan dengan ekosistem yang melibatkan empat unsur dan pada akhirnya akan memberikan manfaat ekonomi sekaligus manfaat sosial dan budaya untuk masyarakat Indonesia.

OK OCE di nahkodai oleh Faransyah Agung Jaya atau lebih dikenal dengan Coach Faran sebagai Ketua Umum Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO) sebagai badan hukum yang menaungi OK OCE.

Ekosistem Gerakan Kewirausahaan OK OCE melibatkan empat unsur yaitu masyarakat, komunitas, swasta, dan pemerintah yang di ramu untuk meluncurkan program program OK OCE yang variatif disesuaikan dengan jenis usaha dan segmen pasar.

Masyarakat dapat bergabung menjadi anggota OK OCE dan memiliki kesempatan kerja menjadi seorang pewirausaha dan pada saat usahanya berkembang akan mempekerjakan karyawan dan otomatis menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru.

Para pewirausaha OK OCE akan mendapatkan tujuh manfaat yaitu menjadi bagian dari komunitas wirausaha terbesar di Indonesia, pelatihan wirausaha, pendampingan usaha, bantuan perijinan, akses jejaring pemasaran, analisa laporan keuangan, dan akses permodalan sesuai kebutuhan.

Yuk gabung bersama Gerakan OK OCE dengan tiga cara mudah yaitu membuat akun di https://okoce.me , masuk kedalam kelompok kelurahan, dan jalani proses 7 PAS selama tiga bulan difasilifasi oleh para pendamping, coach, trainer, dan mentor wirausaha OK OCE.

Peran komunitas:

Perkumpulan Gerakan OK OCE mengajak para Komunitas wirausaha untuk bergabung dan berperan menjadi Penggerak OK OCE. Penggerak OK OCE akan diberikan konsultansi untuk mengembangkan usaha anggotanya. Para penggerak juga akan dilibatkan dalam membuat dan menjalankan program program OK OCE yang banyak memberikan manfaat untuk anggotanya.

Klasifikasi penggerak akan diterapkan berdasarkan jumlah anggota yang terdaftar di dalam web okoce.me sebagai berikut: Penggerak pemula dengan jumlah anggota 100 - 1000, Penggerak wilayah dengan anggota 1001 - 10,000 dan Penggerak nasional dengan anggota di atas 10,000. Kolaborasi antara PGO dan penggerak diharapkan akan membuka lapangan kerja baru yang lebih banyak.

Peran Swasta:

Pihak swasta seperti universitas, yayasan, perusahaan, dan lembaga lainnya dapat turut berperan menyukseskan gerakan OK OCE untuk menciptakan lapangan kerja baru dengan cara mensinergikan program yang sudah ada dengan program OK OCE. Pihak swasta dapat menghubungi ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE melalui email coachfaran@coachfaran.com

Peran pemerintah:

Peran pemerintah baik pemerintah daerah, provinsi, dan pusat sangat diperlukan oleh Gerakan OK OCE. Pemerintah sangat di harapkan mengeluarkan kebijaksanaan yang mendukung terciptanya lapangan kerja berbasis kewirausahaan. Contoh kebijakan yang diperlukan para umkm adalah dibentuknya pusat pusat kewirausahaan, kemudahan perijinan, jaringan pemasaran, dan dukungan permodalan.

Peran swasta:

Pihak swasta seperti universitas, yayasan, perusahaan, dan lembaga lainnya dapat turut berperan menyukseskan gerakan OK OCE untuk menciptakan lapangan kerja baru dengan cara mensinergikan program yang sudah ada dengan program OK OCE. Pihak swasta dapat menghubungi ketua Perkumpulan Gerakan OK OCE melalui email coachfaran@coachfaran.com

Peran komunitas:

Perkumpulan Gerakan OK OCE mengajak para Komunitas wirausaha untuk bergabung dan berperan menjadi Penggerak OK OCE. Penggerak OK OCE akan diberikan konsultansi untuk mengembangkan usaha anggotanya. Para penggerak juga akan dilibatkan dalam membuat dan menjalankan program program OK OCE yang banyak memberikan manfaat untuk anggotanya.

Klasifikasi penggerak akan diterapkan berdasarkan jumlah anggota yang terdaftar di dalam web okoce.me sebagai berikut: Penggerak pemula dengan jumlah anggota 100 - 1000, Penggerak wilayah dengan anggota 1001 - 10,000 dan Penggerak nasional dengan anggota di atas 10,000. Kolaborasi antara PGO dan penggerak diharapkan akan membuka lapangan kerja baru yang lebih banyak.

Peran Pemerintah:

Peran pemerintah baik pemerintah daerah, provinsi, dan pusat sangat diperlukan oleh Gerakan OK OCE. Pemerintah sangat di harapkan mengeluarkan kebijaksanaan yang mendukung terciptanya lapangan kerja berbasis kewirausahaan. Contoh kebijakan yang diperlukan para umkm adalah dibentuknya pusat pusat kewirausahaan, kemudahan perijinan, jaringan pemasaran, dan dukungan permodalan.